Kamis, 19 Februari 2026

PERAN PEREMPUAN DEMI PERUBAHAN

CIKAL BAKAL PERAN PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK DEMI PERUBAHAN BAHWA PEREMPUAN BUKANLAH OBJEKTIFIKASI 

                     By : Hening Bulan


_________________________ 19 / 02 / 2026 ________________________


Di tulisan kali ini gue mau bahas tentang 'peran perempuan dalam dunia politik'. Namun, sebelum itu, what is politics ?

Sebelum menjelaskan apa itu politik, arti politik ada berbagai banyak makna dan berbagai pengertian dari para ahli politik. Namun, arti politik secara umum, politik adalah ada hubungannya dengan kendali pembuatan keputusan publik dalam masyarakat dan juga di penuhi oleh aturan-aturan. Bahkan di sokong dengan wewenang secara sah dan memaksa.

Gue menulis ini juga ada hubungannya dengan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang akhir-akhir ini masih sering terjadi. 

Diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi sampai detik ini. Para perempuan berusaha melindungi diri, meskipun kondisi hukum hingga hari ini masih di pertanyakan. Karena masih sering terjadi hukum justru menyalahkan perempuan yang menjadi korban. Begitu banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, dari tahun ke tahun kekerasan terhadap perempuan selalu meningkat.

Terlihat dari Catatan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan ), selama 10 tahun menerima pengaduan kekerasan terhadap perempuan. Di mulai dari tahun 2015 sampai 2024. Dari jumlah pengaduan dari tahun 2015 sampai tahun 2024 di katakan tidak sedikit. Sesuai informasi yang di dapat dari Komnas Perempuan total yang di dapat pada tahun 2024 berjumlah 4.178 kasus, mengalami penurunan 4,48% dari tahun sebelumnya.

Dari sekian banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan, masih banyak perempuan yang berani bergerak di bidang politik. Karena peran perempuan terhadap politik sangat mempengaruhi terciptanya gerakan perempuan untuk melindungi perempuan dari kekerasan.

Namun, memang tidak semudah itu bagi perempuan agar bisa masuk ke dalam dunia politik. Semua itu di pengaruhi oleh kuantitas dan kualitas. Pada tahap kuantitas di pengaruhi oleh informasi dan peluang maupun ada keinginan dalam diri untuk berpartisipasi berpolitik.  Sedangkan dalam tahap kualitas di pengaruhi oleh kemampuan, keterampilan dan pengetahuan.

Dalam dunia politik juga tidak bisa di pungkiri tidak terjadi diskriminasi gender terhadap perempuan, oleh karena itu di butuhkan jaringan untuk membangun struktur politik yang ramah gender dalam bentuk upaya revisi perundang-undangan dan kebijakan politik serta advokasi jaminan hukum terhadap perempuan. Apalagi negara Indonesia sudah terciptakan budaya patriarki, budaya patriarki yang sangat kental sehingga membuat para perempuan sulit untuk bergerak di ruangnya.

Sebagus apapun perempuan memiliki kemampuan dalam berpolitik, tetapi,masih bisa di hancurkan oleh budaya patriarki yang sangat kental. Upaya ini juga sangat membantu mengubah cara pandang perempuan terhadap politik. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENA BUKAN SEKEDAR PENA

    PENA KAMI ADALAH SENJATA !! by : Hening Bulan             ______________________________  14 / 04 / 2026 ______________________ Negara I...